Gejala Vertigo kerap dianggap sebagai pusing biasa yang akan hilang setelah beristirahat. Padahal, sensasi yang dirasakan penderita vertigo cukup berbeda. Penderitanya dapat merasa tubuh sedang berputar, lantai bergoyang, dinding bergerak, atau benda di sekelilingnya berpindah meskipun posisi tubuh sebenarnya diam.
Keluhan tersebut dapat muncul secara tiba tiba saat seseorang sedang berdiri, duduk, berbaring, atau mengubah posisi kepala. Durasi serangannya pun berbeda. Ada yang hanya berlangsung beberapa detik, tetapi ada pula yang bertahan selama beberapa jam hingga membuat penderitanya tidak mampu beraktivitas.
Vertigo sebenarnya bukan nama penyakit tertentu. Kondisi ini merupakan gejala yang dapat berkaitan dengan gangguan pada telinga bagian dalam, saraf keseimbangan, migrain, penggunaan obat tertentu, hingga masalah pada otak. Karena penyebabnya cukup beragam, setiap gejala yang menyertai vertigo perlu diperhatikan dengan baik.
Sensasi Berputar Menjadi Gejala Vertigo yang Paling Khas
Ciri vertigo yang paling mudah dikenali adalah munculnya ilusi gerakan. Penderita merasa tubuhnya bergerak atau lingkungan di sekitarnya berputar, padahal tidak ada pergerakan yang sebenarnya terjadi.
Putaran yang dirasakan tidak selalu sama pada setiap orang. Sebagian penderita menggambarkan sensasinya seperti berada di dalam wahana yang terus berputar. Ada pula yang merasa tubuh sedang mengambang, bergoyang, miring ke satu sisi, atau seolah berdiri di atas perahu.
Sensasi tersebut berbeda dari pusing ringan akibat kurang tidur atau terlambat makan. Pusing biasa umumnya membuat kepala terasa berat, melayang, atau seperti akan pingsan. Sementara itu, vertigo lebih sering menimbulkan perasaan bahwa ruangan benar benar bergerak.
Ketika serangan berlangsung, penderita biasanya berusaha diam dan memegang benda di dekatnya. Gerakan kecil pada kepala dapat membuat putaran terasa semakin kuat. Tidak sedikit penderita yang akhirnya memilih berbaring karena merasa tubuh tidak mampu mempertahankan posisi.
Vertigo Sering Muncul Saat Posisi Kepala Berubah
Sebagian serangan vertigo memiliki hubungan yang kuat dengan perubahan posisi kepala. Keluhan dapat muncul ketika bangun dari tempat tidur, membalikkan badan saat tidur, menunduk, mendongak, atau menoleh secara tiba tiba.
Pola seperti ini sering ditemukan pada vertigo posisi paroksismal jinak yang dikenal dengan istilah BPPV. Kondisi tersebut terjadi ketika partikel kecil di telinga bagian dalam berpindah ke saluran keseimbangan yang tidak semestinya.
Partikel tersebut kemudian mengganggu sinyal yang dikirimkan telinga menuju otak. Akibatnya, otak menerima informasi seolah kepala sedang bergerak cepat, meskipun gerakannya hanya sedikit.
Serangan pada vertigo posisi biasanya berlangsung singkat. Putaran dapat terasa sangat kuat selama beberapa detik, kemudian perlahan mereda. Meski serangannya singkat, rasa mual, lemas, dan tidak seimbang dapat bertahan lebih lama.
Penderita kadang mengira keluhan tersebut berasal dari tekanan darah rendah karena muncul setelah bangun dari tempat tidur. Padahal, vertigo posisi lebih berkaitan dengan arah gerakan kepala dibandingkan perubahan posisi tubuh secara keseluruhan.
Tubuh Goyah dan Sulit Menjaga Keseimbangan
Sistem keseimbangan manusia melibatkan kerja sama antara telinga bagian dalam, mata, saraf, otot, dan otak. Ketika salah satu bagian tersebut mengalami gangguan, tubuh dapat kehilangan kemampuan untuk menentukan posisi dengan tepat.
Penderita vertigo sering merasa kakinya tidak menapak dengan kuat. Saat berjalan, tubuh dapat condong ke salah satu sisi, langkah menjadi tidak lurus, atau tangan secara spontan mencari pegangan.
Pada serangan yang ringan, gangguan keseimbangan mungkin hanya terasa ketika berjalan cepat atau berdiri terlalu lama. Namun, serangan yang berat dapat membuat penderita tidak mampu berdiri tanpa bantuan orang lain.
Risiko terjatuh juga menjadi lebih tinggi, terutama pada orang lanjut usia. Serangan yang muncul di kamar mandi, tangga, jalan raya, atau tempat yang licin dapat menimbulkan cedera serius.
Setelah sensasi berputar berhenti, tubuh belum tentu langsung kembali stabil. Sebagian penderita masih merasa goyah, kepala terasa ringan, dan langkah belum mantap selama beberapa jam.
“Vertigo tidak layak dianggap sekadar pusing ketika seseorang mulai kesulitan berdiri, berjalan, atau menjalankan kegiatan sederhana. Pola serangannya perlu dicatat karena dapat membantu menemukan penyebab yang sebenarnya.”
Mual dan Muntah Bisa Menyertai Serangan
Mual menjadi salah satu gejala yang cukup sering menyertai vertigo. Keluhan ini muncul karena informasi dari mata dan telinga bagian dalam tidak sesuai dengan keadaan tubuh.
Mata dapat melihat bahwa tubuh sedang diam, sedangkan telinga bagian dalam mengirimkan sinyal seolah tubuh bergerak. Ketidaksesuaian tersebut membuat otak memberikan reaksi yang menyerupai mabuk perjalanan.
Pada serangan yang kuat, mual dapat berkembang menjadi muntah. Penderita mungkin merasa setiap gerakan kepala memperburuk keluhan sehingga memilih diam sambil memejamkan mata.
Muntah yang terjadi berulang kali dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan. Mulut terasa kering, tubuh semakin lemas, frekuensi buang air kecil berkurang, dan penderita kesulitan mengonsumsi makanan maupun minuman.
Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, terlebih jika penderita sudah berusia lanjut atau memiliki penyakit lain. Kekurangan cairan dapat memperburuk kelemahan tubuh dan meningkatkan risiko jatuh.
Keringat Dingin dan Wajah Pucat
Ketika sensasi berputar datang secara mendadak, tubuh dapat memberikan reaksi berupa keringat dingin, wajah pucat, dan jantung berdebar. Gejala ini sering muncul bersama mual dan rasa takut akan terjatuh.
Penderita mungkin merasa tubuhnya sangat lemas meskipun sebelumnya dalam keadaan sehat. Tangan dan kaki terasa dingin, napas menjadi lebih cepat, dan pikiran sulit tenang karena ruangan tampak terus bergerak.
Rasa panik dapat membuat gejala terasa lebih berat. Semakin penderita takut bergerak, tubuh menjadi semakin tegang. Ketegangan tersebut dapat menimbulkan sakit kepala, nyeri leher, dan napas pendek.
Meski demikian, jantung berdebar atau keringat dingin tidak selalu berasal dari vertigo. Apabila keluhan disertai nyeri dada, sesak napas, pingsan, atau nyeri yang menjalar ke lengan, pemeriksaan medis perlu segera dilakukan.
Mata Bergerak Tanpa Disadari
Vertigo dapat disertai gerakan mata yang tidak terkendali. Dalam istilah medis, keadaan ini disebut nistagmus. Bola mata dapat bergerak cepat ke arah samping, atas, bawah, atau membentuk gerakan berputar.
Gerakan mata tersebut muncul karena sistem keseimbangan memiliki hubungan erat dengan saraf pengendali mata. Saat telinga bagian dalam mengirimkan sinyal gerakan yang keliru, mata berusaha melakukan koreksi secara berulang.
Penderitanya belum tentu menyadari bahwa bola matanya bergerak. Namun, orang di sekitarnya dapat melihat gerakan cepat yang terjadi ketika serangan berlangsung.
Nistagmus juga dapat membuat pandangan sulit fokus. Tulisan terlihat bergoyang, benda terasa berpindah, dan penderita kesulitan melihat satu titik secara stabil.
Karakter gerakan mata dapat membantu dokter menilai asal gangguan. Meski begitu, pemeriksaan tetap harus dilakukan secara menyeluruh karena gerakan mata tertentu juga dapat berkaitan dengan gangguan pada otak.
Pandangan Kabur Saat Kepala Digerakkan
Gangguan fokus mata membuat penderita vertigo sering mengeluhkan pandangan kabur. Benda yang dilihat dapat terasa meloncat, bergeser, atau bergetar saat kepala digerakkan.
Keluhan tersebut biasanya semakin terasa ketika membaca, menggunakan telepon, menonton televisi, atau berada di tempat ramai. Cahaya terang dan pergerakan visual yang cepat juga dapat memperparah rasa tidak nyaman.
Sebagian penderita merasa lebih tenang ketika memejamkan mata. Namun, ada pula yang justru merasa semakin tidak seimbang karena tubuh kehilangan informasi visual untuk menentukan posisi.
Penglihatan kabur selama serangan perlu dibedakan dari penglihatan ganda. Jika penderita melihat dua bayangan dari satu benda, kehilangan penglihatan, atau mengalami kelopak mata turun, pemeriksaan segera dibutuhkan.
Gangguan penglihatan yang disertai kelemahan tubuh, bicara tidak jelas, atau mati rasa pada wajah dapat mengarah pada masalah saraf yang lebih serius.
Telinga Berdenging dan Terasa Penuh
Vertigo yang berasal dari telinga bagian dalam dapat disertai telinga berdenging atau tinnitus. Suaranya dapat menyerupai siulan, desis, dengungan mesin, atau nada tinggi yang terus terdengar.
Denging tersebut dapat muncul pada satu telinga atau keduanya. Pada sebagian penderita, suara mulai terdengar sebelum sensasi berputar muncul. Ada pula yang merasakannya selama serangan dan tetap mendengar denging setelah vertigo mereda.
Telinga juga dapat terasa penuh, tersumbat, atau seperti kemasukan air. Perasaan ini terkadang disertai perubahan pendengaran.
Kombinasi vertigo, telinga berdenging, pendengaran menurun, dan rasa penuh pada telinga dapat ditemukan pada penyakit Meniere. Gangguan telinga bagian dalam tersebut dapat menimbulkan serangan yang berlangsung cukup lama dan berulang pada waktu yang tidak selalu dapat diperkirakan.
Pendengaran Bisa Menurun
Penurunan pendengaran menjadi gejala yang tidak boleh diabaikan ketika muncul bersama vertigo. Penderita dapat merasa suara terdengar lebih kecil, tidak jelas, atau seperti tertutup dari salah satu sisi telinga.
Gangguan pendengaran dapat terjadi sementara selama serangan. Namun, pada kondisi tertentu, kemampuan mendengar dapat terus menurun secara perlahan.
Vertigo yang disertai kehilangan pendengaran secara mendadak memerlukan pemeriksaan secepatnya. Penanganan yang terlambat dapat mengurangi peluang pemulihan pada beberapa jenis gangguan telinga.
Penderita sebaiknya memperhatikan apakah perubahan pendengaran terjadi pada satu telinga atau keduanya. Informasi mengenai waktu munculnya keluhan juga penting untuk membantu dokter menilai penyebabnya.
Sakit Kepala dan Sensitif terhadap Cahaya
Tidak semua vertigo berasal dari telinga. Sebagian kasus dapat berkaitan dengan migrain vestibular. Kondisi ini menyebabkan gangguan keseimbangan yang dapat muncul bersama atau tanpa sakit kepala.
Ketika sakit kepala muncul, rasanya dapat berdenyut pada salah satu sisi. Penderita mungkin lebih sensitif terhadap cahaya, suara, bau tertentu, atau keramaian.
Vertigo akibat migrain dapat berlangsung beberapa menit hingga beberapa jam. Pemicu yang sering dilaporkan antara lain kurang tidur, terlambat makan, stres, perubahan hormon, kelelahan, atau makanan tertentu.
Sebagian orang mengalami sensasi berputar terlebih dahulu, kemudian sakit kepala muncul. Ada pula yang hanya mengalami rasa goyah dan mual tanpa nyeri kepala yang berat.
Sakit kepala mendadak yang terasa sangat hebat harus dibedakan dari migrain biasa. Terlebih jika keluhan disertai muntah hebat, leher kaku, kehilangan kesadaran, atau gangguan saraf.
Gejala Bisa Berlangsung Detik hingga Berhari Hari
Lama serangan vertigo dapat memberikan petunjuk mengenai penyebabnya. Vertigo posisi biasanya hanya berlangsung beberapa detik setelah kepala digerakkan.
Penyakit Meniere dapat menimbulkan serangan yang bertahan lebih lama, mulai dari puluhan menit hingga beberapa jam. Keluhannya sering disertai gangguan pendengaran dan telinga berdenging.
Peradangan pada saraf keseimbangan dapat menyebabkan vertigo berat yang berlangsung selama berjam jam atau berhari hari. Penderita biasanya kesulitan berjalan, merasa sangat mual, dan membutuhkan waktu untuk kembali beraktivitas.
Durasi serangan tetap tidak boleh digunakan sebagai satu satunya dasar menentukan diagnosis. Dokter perlu melihat gejala penyerta, pemicu, riwayat kesehatan, serta hasil pemeriksaan keseimbangan dan saraf.
Mencatat waktu mulai dan berakhirnya serangan dapat membantu proses pemeriksaan. Penderita juga sebaiknya mencatat kegiatan yang dilakukan sebelum keluhan muncul.
Vertigo Setelah Cedera Kepala Perlu Diwaspadai
Benturan pada kepala dapat mengganggu sistem keseimbangan. Vertigo dapat muncul segera setelah kecelakaan atau baru terasa beberapa waktu kemudian.
Cedera dapat menyebabkan perpindahan partikel di telinga bagian dalam, gangguan saraf, perdarahan, atau gegar otak. Keluhan yang muncul dapat berupa pusing berputar, mual, muntah, pandangan kabur, sakit kepala, dan sulit berkonsentrasi.
Penderita perlu segera diperiksa jika vertigo setelah cedera kepala disertai muntah berulang, mengantuk berlebihan, kebingungan, kejang, keluar cairan dari telinga, atau kehilangan kesadaran.
Memijat kepala atau melakukan manuver sendiri setelah benturan sebaiknya dihindari sebelum penyebab keluhan diketahui. Gerakan yang tidak tepat dapat memperburuk cedera tertentu.
Tanda Bahaya Vertigo yang Membutuhkan Pertolongan Segera
Sebagian besar vertigo berkaitan dengan telinga bagian dalam. Namun, vertigo juga dapat menjadi tanda gangguan pada otak, termasuk stroke pada bagian yang mengatur keseimbangan dan koordinasi.
Pertolongan medis segera diperlukan jika vertigo disertai bicara pelo, kesulitan memahami ucapan, wajah tidak simetris, kelemahan pada tangan atau kaki, serta mati rasa pada salah satu sisi tubuh.
Penglihatan ganda, kesulitan menelan, kehilangan koordinasi, pingsan, kejang, atau tidak mampu berjalan juga termasuk tanda yang tidak boleh ditunggu.
Sakit kepala mendadak yang sangat hebat, muntah terus menerus, demam tinggi, dan leher kaku turut membutuhkan pemeriksaan segera.
Pada sebagian kasus stroke, penderita tidak selalu mengalami kelemahan tubuh yang jelas. Gejala utamanya bisa berupa vertigo berat, tubuh sangat tidak stabil, dan kesulitan berjalan. Karena itu, serangan mendadak yang terasa berbeda dari biasanya perlu dinilai oleh tenaga medis.
Pemeriksaan Dibutuhkan Jika Vertigo Sering Berulang
Vertigo yang berulang dapat mengganggu pekerjaan, tidur, perjalanan, dan kegiatan sehari hari. Pemeriksaan diperlukan apabila serangan semakin sering, semakin berat, menyebabkan jatuh, atau disertai gangguan pendengaran.
Dokter biasanya akan menanyakan sensasi yang dirasakan, posisi pemicu, lama serangan, frekuensi keluhan, riwayat migrain, penggunaan obat, penyakit telinga, serta cedera kepala.
Pemeriksaan dapat mencakup penilaian gerakan mata, pendengaran, keseimbangan, cara berjalan, dan fungsi saraf. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menyarankan pemeriksaan tambahan untuk memastikan tidak terdapat gangguan lain.
Penanganan vertigo bergantung pada penyebabnya. Vertigo posisi dapat ditangani dengan manuver tertentu, sedangkan gangguan lain mungkin membutuhkan obat, latihan keseimbangan, perubahan pola hidup, atau terapi terhadap penyakit yang mendasarinya.
Hal yang Perlu Dilakukan Saat Serangan Muncul
Ketika sensasi berputar datang, penderita sebaiknya segera duduk atau berbaring di tempat yang aman. Hindari memaksakan diri berjalan karena keseimbangan sedang terganggu.
Gerakkan kepala secara perlahan. Tatap satu benda yang tidak bergerak jika hal tersebut membuat tubuh terasa lebih stabil. Pencahayaan ruangan sebaiknya cukup agar penderita dapat melihat kondisi di sekitarnya dengan jelas.
Jangan mengemudi, menaiki tangga, mandi sendirian di lantai licin, atau menggunakan mesin selama serangan. Mintalah bantuan orang lain jika tubuh masih terasa goyah.
Catat gejala yang muncul, termasuk durasi serangan, posisi pemicu, gangguan pendengaran, sakit kepala, mual, muntah, dan perubahan penglihatan. Catatan tersebut dapat memberikan gambaran yang lebih jelas saat penderita menjalani pemeriksaan medis.
