Mengapa Perempuan Lebih Rentan Terkena Cacar Api?

Kesehatan44 Views

Mengapa Perempuan Lebih Rentan Terkena Cacar Api? Cacar api atau herpes zoster merupakan penyakit infeksi kulit yang disebabkan oleh reaktivasi virus varicella-zoster—virus yang sama yang menyebabkan cacar air. Setelah sembuh dari cacar air, virus ini tidak sepenuhnya hilang, melainkan tetap berada di dalam tubuh dalam kondisi tidak aktif. Di kemudian hari, virus tersebut dapat aktif kembali dan menyebabkan cacar api, terutama saat sistem kekebalan tubuh menurun.

Menariknya, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa perempuan lebih berisiko mengalami cacar api dibandingkan laki-laki. Lalu, apa penyebabnya?

Apa Itu Cacar Api (Herpes Zoster)?

Munculnya Kembali Virus Lama

Herpes zoster terjadi saat virus varicella-zoster yang “tidur” di jaringan saraf belakang tubuh aktif kembali. Penyakit ini biasanya muncul dengan ruam merah dan nyeri di satu sisi tubuh, sering kali pada punggung, dada, atau wajah.

Gejala Utama Cacar Api:

  • Ruam kemerahan yang berkembang menjadi lepuh
  • Nyeri terbakar atau seperti ditusuk-tusuk
  • Gatal dan sensasi panas
  • Demam ringan dan kelelahan

Dalam beberapa kasus, cacar api juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti postherpetic neuralgia, yaitu nyeri saraf yang bertahan lama setelah ruam hilang.

Mengapa Perempuan Lebih Rentan Terkena Cacar Api?

1. Faktor Hormon dan Perubahan Imunitas

Perempuan mengalami perubahan hormonal signifikan selama hidupnya, mulai dari menstruasi, kehamilan, hingga menopause. Hormon seperti estrogen dapat mempengaruhi sistem imun tubuh, yang mungkin membuat perempuan lebih rentan terhadap infeksi saat kadar hormon berubah drastis.

2. Respons Sistem Imun yang Berbeda

Beberapa studi menyebutkan bahwa sistem imun perempuan bekerja berbeda dibandingkan laki-laki. Meskipun secara umum lebih responsif, sistem kekebalan perempuan juga lebih sensitif terhadap stres dan perubahan internal tubuh—kondisi yang dapat memicu reaktivasi virus.

3. Usia dan Risiko Perempuan yang Meningkat

Cacar api paling sering menyerang orang berusia di atas 50 tahun. Pada usia ini, kekebalan tubuh mulai menurun secara alami. Di sisi lain, perempuan umumnya memiliki usia harapan hidup lebih panjang, sehingga mereka memiliki waktu lebih lama untuk berpotensi mengalami reaktivasi virus.

4. Komorbiditas dan Faktor Psikologis

Perempuan lebih sering mengalami kondisi medis seperti:

  • Diabetes
  • Autoimun
  • Stres kronis dan depresi

Kondisi-kondisi ini dapat menurunkan sistem imun dan meningkatkan risiko herpes zoster.

Perbandingan Risiko Laki-laki dan Perempuan

Berdasarkan data epidemiologi, perempuan memiliki risiko hingga 19% lebih tinggi untuk mengalami cacar api dibandingkan laki-laki. Angka ini diperoleh dari analisis kasus cacar api pada kelompok usia dewasa di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Komplikasi yang Harus Diwaspadai Perempuan

Postherpetic Neuralgia (PHN)

Ini adalah komplikasi paling umum, di mana nyeri tetap bertahan di area yang terkena cacar api meski ruam sudah hilang. PHN bisa berlangsung selama berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, dan lebih sering terjadi pada lansia dan perempuan.

Gangguan Penglihatan dan Infeksi Kulit

Jika herpes zoster menyerang area wajah atau mata, risiko kerusakan mata meningkat. Selain itu, lepuh pada kulit juga rentan terhadap infeksi bakteri jika tidak dijaga kebersihannya.

Cara Mencegah Cacar Api, Terutama bagi Perempuan

1. Vaksinasi Herpes Zoster

Vaksin merupakan langkah pencegahan paling efektif. Organisasi kesehatan menyarankan vaksinasi untuk orang dewasa berusia 50 tahun ke atas, terutama mereka yang memiliki riwayat cacar air.

2. Menjaga Imunitas Tubuh

  • Konsumsi makanan sehat dan seimbang
  • Istirahat cukup
  • Rutin berolahraga
  • Kelola stres dengan baik

3. Waspadai Tanda Awal

Jika muncul sensasi kesemutan, nyeri, dan ruam di satu sisi tubuh, segera konsultasi ke dokter. Penanganan sejak dini dengan antivirus dapat mempercepat penyembuhan dan mencegah komplikasi.

Waspada Perempuan, Bukan Panik

Cacar api memang bukan penyakit baru, namun efeknya bisa sangat menyakitkan dan mengganggu kualitas hidup, terutama bagi perempuan yang secara biologis lebih rentan. Dengan memahami penyebab dan faktor risikonya, dapat mengambil langkah pencegahan lebih dini, termasuk melalui vaksinasi dan gaya hidup sehat.

📌 Ingat: Meski cacar api disebabkan oleh virus lama, pencegahan dan penanganan modern tetap menjadi kunci utama untuk menghindari risiko yang lebih besar.