Brabus x DAB Motors Rilis 3 Motor Listrik Karbon, Tampil Brutal dan Eksklusif

Otomotif17 Views

Brabus x DAB Motors Rilis 3 Motor Listrik Karbon, Tampil Brutal dan Eksklusif Brabus resmi memperluas wilayah bermainnya ke motor listrik lewat kolaborasi dengan pabrikan Prancis, DAB Motors. Pengumuman resminya dirilis pada 20 April 2026 dan langsung menempatkan kerja sama ini sebagai salah satu peluncuran paling menarik di Milan Design Week 2026. Brabus menyebut proyek ini menghadirkan generasi baru motor listrik urban yang menggabungkan karakter visual keras khas Brabus dengan keahlian DAB Motors dalam rekayasa motor listrik ringan berperforma tinggi.

Yang membuat peluncuran ini cepat mencuri perhatian bukan hanya karena dua merek dari dunia berbeda bertemu, tetapi juga karena hasilnya tidak berhenti pada satu model saja. Brabus dan DAB Motors langsung memperkenalkan tiga motor sekaligus, yaitu DAB 1α BRABUS, BRABUS URBAN E, dan BRABUS URBAN E FIRST EDITION. Ketiganya memakai fondasi yang sama, tetapi dibedakan melalui tingkat eksklusivitas, penekanan performa, dan pemakaian material karbon yang jauh lebih menonjol daripada motor listrik urban pada umumnya.

Di titik inilah proyek ini terasa penting. Motor listrik sering diposisikan sebagai kendaraan rasional yang menjual efisiensi, keheningan, dan biaya operasional. Brabus justru membawanya ke arah lain. Ia mengubah motor listrik urban menjadi objek desain premium yang sangat sadar gaya, sangat kuat secara visual, dan sangat dekat dengan dunia luxury performance yang selama ini identik dengan nama Brabus.

Paragraf ini penting sebagai pembuka karena tiga motor ini tidak lahir untuk menjadi alat mobilitas biasa. Mereka lahir sebagai pernyataan desain yang tetap bisa dipakai di jalan raya.

Tiga model lahir dari satu platform yang sama

Brabus menjelaskan bahwa seluruh keluarga motor ini dibangun di atas platform modular DAB 1α. Dari basis itu, lahirlah tiga model dengan karakter yang berbeda. DAB 1α BRABUS ditempatkan sebagai model masuk yang berfokus pada reinterpretasi basis DAB lewat elemen karbon terbuka. BRABUS URBAN E melangkah lebih jauh dengan drivetrain yang lebih kuat dan bahasa desain Brabus yang lebih tegas. Sementara BRABUS URBAN E FIRST EDITION diposisikan sebagai model kolektor yang sangat terbatas dengan empat warna khas yang terinspirasi dari dunia supercar Brabus.

Struktur seperti ini menunjukkan bahwa proyek Brabus x DAB Motors tidak dibangun setengah hati. Kalau tujuannya hanya membuat edisi kolaborasi biasa, satu model saja sebenarnya sudah cukup. Tetapi dengan langsung menghadirkan tiga tingkatan produk, Brabus dan DAB memberi sinyal bahwa mereka ingin membangun lini baru yang lebih serius, bukan sekadar membuat motor konsep untuk dipamerkan lalu dilupakan.

Pendekatan ini juga membuat pembeli punya jalur masuk yang lebih jelas. Ada model yang lebih dekat ke basis asli DAB, ada model yang membawa Brabus dalam kadar lebih penuh, lalu ada model puncak yang benar benar dijual sebagai barang langka. Secara komersial, ini keputusan yang cerdas karena memperluas pasar tanpa merusak aura eksklusif proyeknya.

Sesudah memahami struktur produknya, pembicaraan berikutnya langsung menuju kata kunci yang paling sering muncul dalam peluncuran ini, yaitu karbon.

Karbon menjadi identitas utama, bukan aksesori tambahan

Dalam penjelasan resmi Brabus, DAB 1α BRABUS disebut memperkuat basis model asli dengan pilihan komponen exposed carbon-fiber. Pada URBAN E, levelnya naik lebih jauh. DAB Motors bahkan menulis bahwa karbon Brabus “defines the architecture”, sebuah kalimat yang menegaskan bahwa material ini bukan sekadar hiasan kecil, tetapi menjadi bagian penting dari bentuk dan identitas motor itu sendiri.

Pemakaian karbon seperti ini membuat motor motor tersebut terasa jauh dari bayangan motor listrik komuter yang fungsional semata. Di tangan Brabus, karbon bekerja ganda. Secara visual, ia memberi kesan teknis, mahal, dan agresif. Secara identitas merek, ia menyambungkan proyek ini dengan tradisi Brabus yang selalu menempatkan material premium sebagai bagian dari karakter produknya. Itu sebabnya tiga motor ini langsung terasa seperti bagian dari keluarga Brabus, meski bentuknya mungil dan sepenuhnya elektrik.

Pada model dasar, exposed carbon muncul di area seperti side ducts, belly pan, front fender, dan detail penutup tertentu. Ultimate Motorcycling mencatat bahwa DAB 1α BRABUS menambahkan bodywork karbon terbuka dan jok Alcantara, sementara URBAN E melangkah lebih jauh dengan air ducts karbon, winglet belakang, dan pengolahan bodywork yang lebih agresif.

Di pasar motor listrik urban, pendekatan semacam ini memang tidak umum. Banyak motor di kelas ini berusaha tampil bersih dan minimalis. Brabus justru memilih menebalkan tekstur visualnya. Hasil akhirnya membuat motor ini lebih dekat ke objek desain premium daripada kendaraan listrik harian biasa.

Tetapi Brabus tidak berhenti pada material. Mereka juga mengubah performanya, terutama pada model yang lebih tinggi.

BRABUS URBAN E membawa peningkatan tenaga dan karakter berkendara

DAB Motors menyebut BRABUS URBAN E mendapat peningkatan performa sampai 20 persen lebih intens, dengan torsi yang lebih tajam dan respons yang lebih langsung. Ultimate Motorcycling merinci bahwa model dasar DAB 1α BRABUS memakai tenaga 31 hp dan torsi 291 lb-ft di roda, sementara URBAN E naik menjadi 37 hp dan 350 lb-ft. Dalam satuan metrik yang juga muncul di berbagai laporan media Eropa, angka itu berkisar di 23 kW dan 395 Nm untuk model dasar, serta 27 kW dan 475 Nm untuk URBAN E.

Kenaikan ini sangat penting karena pada motor listrik, sensasi berkendara lebih banyak ditentukan oleh bagaimana torsi dilepas daripada sekadar angka tenaga puncak. URBAN E dijelaskan sebagai motor yang punya mapping baru, inverter yang direvisi, dan respons lebih agresif. DAB juga menekankan bahwa kekuatan listriknya hadir tanpa jeda, memberi sensasi brutal tetapi tetap terkontrol.

Dengan kata lain, URBAN E tidak dibuat untuk menjadi superbike listrik. Ia tetap motor kota. Tetapi Brabus ingin motor kota ini terasa jauh lebih hidup setiap kali grip diputar. Dan karena basis DAB memang ringan dan dirancang untuk penggunaan urban, kenaikan performa semacam ini berpotensi terasa sangat nyata dalam pengalaman berkendara.

Lalu, bagaimana dengan spesifikasi inti yang menopang semua model ini.

Baterai, jarak tempuh, dan kecepatan masih sangat urban

Semua model Brabus x DAB Motors berbagi drivetrain inti yang sama. Ultimate Motorcycling menulis ketiganya memakai baterai lithium-ion 72 volt dengan kapasitas 7,1 kWh, top speed 120 km per jam, serta jangkauan hingga 150 km dalam penggunaan urban. DAB Motors pada halaman resmi DAB 1 juga mencantumkan angka serupa, yaitu 7,1 kWh maksimum, 23 kW peak power untuk basis standarnya, top speed 120 km per jam, dan range sampai 150 km di kota atau 120 km pada siklus kombinasi WMTC.

Untuk pengisian daya, DAB menyebut 50 sampai 100 persen bisa ditempuh sekitar 1,5 jam, sementara 0 sampai 100 persen memerlukan sekitar 3,5 sampai 4 jam. Ini menunjukkan bahwa secara teknis motor ini tetap dibangun untuk kebutuhan urban dan peri urban, bukan untuk touring jarak sangat jauh. Brabus tidak mengubah fondasi itu. Mereka justru menebalkan identitas visual dan rasa performanya di atas paket urban yang memang sudah matang.

Keputusan mempertahankan paket baterai dan jarak tempuh yang cukup realistis ini membuat proyek Brabus x DAB terasa lebih masuk akal. Mereka tidak menjual mimpi yang terlalu jauh dari penggunaan nyata. Motor ini tetap punya ruang pakai harian, hanya saja dibungkus dengan tingkat kemewahan dan keberanian desain yang jauh lebih tinggi.

Setelah dasar teknisnya jelas, pembicaraan langsung bergerak ke model yang paling eksklusif dan paling mudah mengundang kolektor.

FIRST EDITION dijual sebagai barang langka, bukan sekadar trim tertinggi

Di atas DAB 1α BRABUS dan URBAN E, Brabus menempatkan BRABUS URBAN E FIRST EDITION sebagai puncak lini. Brabus menyebutnya sebagai strictly limited collector’s model yang dibedakan oleh empat signature colorways. Hypebeast menambahkan bahwa varian ini hadir dalam empat warna monokromatik, yaitu Fusion Red, Peetch, Superviolet, dan Desert Sand, dengan produksi hanya 10 unit untuk tiap warna. Itu berarti totalnya cuma 40 unit.

Konsep empat warna dengan produksi 10 unit per warna memberi proyek ini lapisan eksklusivitas yang sangat jelas. Brabus tidak hanya membuat motor langka, tetapi juga menjual identitas visual yang ketat. Setiap warna seperti menjadi bagian dari persona motor itu sendiri. Ini sangat khas Brabus, merek yang memang terbiasa bermain dengan kombinasi performa tinggi, limited production, dan gaya visual yang sangat kuat.

Di sinilah FIRST EDITION berfungsi sebagai halo product. Bukan hanya untuk dijual, tetapi juga untuk menaikkan pamor dua model di bawahnya. Ketika ada model yang hanya diproduksi 40 unit dengan palet warna khusus, seluruh lini otomatis ikut terangkat citranya. Pembeli model yang lebih rendah tetap merasa masuk ke dunia yang sama, walau tidak membeli versi paling langka.

Bicara soal model kolektor tentu tidak bisa dipisahkan dari harga. Dan di sinilah proyek ini benar benar masuk ke wilayah luxury mobility.

Harganya menegaskan ini bukan motor untuk pasar massal

DAB Motors pada halaman resmi kolaborasinya mencantumkan harga €20.800 sebelum PPN untuk salah satu model Brabus yang tersedia dalam jumlah terbatas. Sementara Ultimate Motorcycling menulis rentang harga lineup ini mulai dari €16.900 untuk DAB 1α BRABUS, naik ke €22.900 untuk BRABUS URBAN E, dan €32.500 untuk BRABUS URBAN E FIRST EDITION. Perbedaan angka antar media dan halaman resmi kemungkinan terkait pasar, konfigurasi. Serta status sebelum PPN atau harga acuan tertentu, tetapi garis besarnya sama, yakni ini adalah produk premium yang jauh dari kata murah.

Sebagai pembanding, DAB 1 standar dijual sekitar €9.990. Dengan begitu, sentuhan Brabus pada lini ini bisa menggandakan atau bahkan melipatgandakan harga, tergantung model yang dipilih. Itu menunjukkan bahwa nilai jual utamanya tidak hanya ada pada tenaga atau baterai, tetapi pada kolaborasi, material, desain, dan kelangkaannya.

Harga seperti ini juga menegaskan bahwa Brabus x DAB Motors tidak menargetkan pembeli motor listrik komuter biasa. Mereka mengincar kolektor, pecinta desain, pengguna urban premium. Dan konsumen yang memang mencari kendaraan listrik yang bisa berfungsi sekaligus menjadi statement visual.

Karena itu, tempat peluncurannya pun terasa sangat tepat.

Milan Design Week dipilih untuk menegaskan arah proyek

Brabus menyebut ketiga motor ini dipremierekan di Milan Design Week 2026. Ultimate Motorcycling juga mencatat bahwa pemilihan panggung ini dilakukan karena audiens acara tersebut dipenuhi penggemar desain dan teknologi, bukan semata penggemar motor. Pesannya sangat jelas. Brabus dan DAB Motors ingin produk ini dibaca sebagai karya desain bergerak, bukan hanya sebagai kendaraan roda dua.

Pilihan Milan Design Week memperlihatkan keberanian strategi mereka. Ini bukan ajang motor konvensional yang isinya perbandingan spek dan pembahasan harga. Milan adalah panggung objek desain, fesyen, interior, dan inovasi visual. Membawa motor listrik karbon ke sana berarti Brabus dan DAB ingin pembeli melihatnya dengan cara berbeda. Mereka tidak sekadar menjual alat transportasi, tetapi menjual gaya hidup, material, dan bentuk.

Dalam beberapa tahun terakhir, batas antara kendaraan, desain, dan barang mewah memang makin kabur. Proyek ini hidup tepat di wilayah itu. Ia tidak mencoba menjadi motor listrik paling rasional, tetapi motor listrik yang paling sadar tampilan dan paling berani menonjol.

Kalau seluruh peluncuran ini dirangkum, maka yang dilakukan Brabus dan DAB Motors sebenarnya sangat jelas. Mereka mengambil fondasi urban electric motorcycle yang sudah matang. Lalu memolesnya dengan karbon, performa lebih tebal, warna lebih berani, dan aura premium yang sangat kuat. Hasilnya bukan kendaraan yang akan mengisi jalan dalam jumlah besar. Tetapi trio motor listrik yang dengan sengaja dibuat untuk menarik perhatian, membangun citra. Dan memberi definisi baru tentang seperti apa luxury urban mobility bisa terlihat pada 2026.