Pres Pelek Memang Murah, Tapi Risiko Peang Lagi Perlu Diwaspadai Perbaikan pelek mobil dengan metode pres kerap menjadi pilihan pemilik kendaraan ketika roda mengalami peang akibat menghantam lubang atau jalan rusak. Biayanya relatif terjangkau dibanding mengganti pelek baru, prosesnya cepat, dan hasilnya secara visual terlihat kembali normal. Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat sejumlah risiko yang jarang dipahami secara menyeluruh oleh pengguna kendaraan.
Pelek merupakan komponen vital yang menopang beban kendaraan sekaligus menjaga stabilitas saat melaju. Ketika struktur logamnya sudah berubah akibat benturan keras, tindakan pres memang bisa mengembalikan bentuk, tetapi tidak selalu mengembalikan kekuatan material seperti semula. Inilah yang membuat sebagian teknisi otomotif mengingatkan pemilik kendaraan agar tidak sembarangan memutuskan perbaikan.
Apa Itu Pres Pelek dan Kapan Dilakukan
Pres pelek adalah metode perbaikan dengan cara menekan atau meluruskan kembali bagian pelek yang bengkok menggunakan alat hidrolik atau mesin khusus. Proses ini umumnya dilakukan pada pelek besi maupun pelek alloy yang mengalami deformasi ringan hingga sedang.
Kerusakan biasanya terjadi akibat menghantam lubang besar, naik trotoar dengan keras, atau kecelakaan ringan. Gejala awal yang dirasakan pengemudi antara lain getaran pada setir, ban kerap kehilangan tekanan udara, hingga mobil terasa tidak stabil pada kecepatan tertentu.
Tahapan Proses Pres
Teknisi akan melepas ban dari pelek terlebih dahulu untuk mengevaluasi tingkat kerusakan. Setelah itu, bagian yang peang ditekan secara bertahap hingga kembali ke bentuk mendekati standar pabrik.
Proses ini membutuhkan ketelitian agar tidak terjadi retakan tambahan pada logam.
Kerusakan Ringan vs Berat
Pelek dengan bengkok ringan biasanya masih dapat ditangani dengan risiko minimal. Namun jika terdapat retakan atau deformasi parah, pres justru bisa memperlemah struktur secara signifikan.
Mengapa Pelek Bisa Gampang Peang Lagi
Banyak pemilik kendaraan mengira setelah dipres, pelek kembali seperti baru. Padahal struktur logam yang sudah mengalami tekanan keras tidak sepenuhnya kembali ke kondisi awal.
Material logam memiliki batas elastisitas. Ketika batas tersebut terlampaui, perubahan bentuk bersifat permanen meskipun secara visual terlihat lurus kembali.
Perubahan Struktur Material
Saat pelek mengalami benturan keras, molekul logam di dalamnya mengalami tekanan dan regangan. Ketika diluruskan kembali, struktur internal tidak sepenuhnya pulih.
Hal ini membuat pelek lebih rentan terhadap benturan berikutnya.
Ketebalan yang Tidak Merata
Pada beberapa kasus, proses pres membuat ketebalan logam tidak lagi seragam. Bagian yang pernah ditekan bisa menjadi titik lemah.
Risiko Jangka Panjang pada Kendaraan
Pelek yang pernah dipres berkali kali berpotensi menimbulkan masalah pada sistem kaki kaki mobil. Getaran kecil yang tidak disadari dapat merambat ke komponen lain.
Kerusakan tidak hanya berhenti pada pelek itu sendiri.
Gangguan Keseimbangan Roda
Meski sudah dilakukan balancing, pelek bekas pres sering kali sulit mencapai keseimbangan sempurna.
Beban pada Suspensi
Getaran yang timbul terus menerus bisa mempercepat keausan shock absorber dan komponen suspensi lainnya.
Biaya Murah Bukan Selalu Solusi Tepat
Alasan utama memilih pres pelek adalah biaya yang jauh lebih rendah dibanding membeli pelek baru. Untuk satu pelek, biaya pres biasanya hanya sebagian kecil dari harga penggantian.
Namun pertimbangan tidak seharusnya berhenti pada biaya awal saja.
Potensi Perbaikan Berulang
Jika pelek kembali peang dalam waktu singkat, biaya pres bisa terakumulasi.
Risiko Keselamatan
Pada kecepatan tinggi, pelek yang tidak lagi kuat berpotensi retak dan membahayakan pengemudi.
Kapan Sebaiknya Ganti Pelek Baru
Tidak semua kerusakan layak diperbaiki dengan pres. Jika ditemukan retakan, sobekan, atau deformasi ekstrem, penggantian menjadi opsi lebih aman.
Teknisi berpengalaman biasanya dapat memberikan penilaian objektif.
Retakan Halus
Retakan kecil sering kali sulit terlihat tetapi berisiko membesar saat mobil digunakan.
Bengkok Parah
Jika bentuk pelek sudah sangat berubah, proses pres berulang tidak disarankan.
Cara Mencegah Pelek Mudah Rusak
Pencegahan tetap menjadi langkah terbaik. Mengemudi dengan hati hati di jalan berlubang dapat mengurangi risiko benturan keras.
Tekanan angin ban yang sesuai juga membantu meredam dampak saat roda menghantam permukaan tidak rata.
Perhatikan Kondisi Jalan
Mengurangi kecepatan saat melintasi jalan rusak membantu meminimalkan tekanan pada pelek.
Rutin Cek Kaki Kaki
Pemeriksaan berkala memastikan tidak ada masalah tersembunyi setelah benturan.
Pres pelek memang menjadi solusi cepat dan terjangkau ketika roda mengalami bengkok. Namun pemilik kendaraan perlu memahami bahwa perbaikan ini tidak selalu mengembalikan kekuatan material seperti semula. Risiko pelek kembali peang dan potensi gangguan pada sistem kaki kaki mobil harus menjadi pertimbangan sebelum memutuskan tindakan perbaikan.
