Perawat Anjurkan Penggunaan Cup Feeder untuk Hindari Bayi

Kesehatan72 Views

Perawat Anjurkan Penggunaan Cup Feeder untuk Hindari Bayi Masalah bayi bingung puting kerap menjadi tantangan bagi para ibu, terutama yang sedang belajar memberikan ASI eksklusif. Fenomena ini terjadi ketika bayi kesulitan menyusu langsung dari payudara setelah terbiasa menggunakan botol dot. Menghadapi situasi ini, sejumlah perawat dan konselor laktasi mulai menganjurkan penggunaan cup feeder sebagai alternatif pemberian ASI.

Cup feeder dianggap mampu menjaga keterampilan hisap bayi seperti saat menyusu langsung, sehingga meminimalkan risiko bingung puting.

Opini penulis: “ASI adalah hak bayi, dan metode pemberiannya sama pentingnya dengan kualitas ASI itu sendiri. Cup feeder adalah salah satu solusi yang patut dipertimbangkan, terutama bagi ibu yang ingin memastikan bayi tetap nyaman menyusu langsung.”

Apa Itu Cup Feeder?

Cup feeder adalah wadah kecil berbentuk cangkir atau gelas mini yang dirancang khusus untuk memberikan ASI perah kepada bayi. Berbeda dengan botol dot, cup feeder memungkinkan bayi menjilat dan menyeruput ASI secara alami, bukan mengisap seperti pada dot.

Alat ini biasanya terbuat dari plastik atau kaca yang aman untuk bayi, dengan ukuran yang pas untuk mulut mungil mereka.

Mengapa Cup Feeder Direkomendasikan?

Penggunaan botol dot dapat mengubah pola hisap bayi. Pada dot, ASI keluar lebih mudah sehingga bayi menjadi malas mengisap payudara yang memerlukan usaha lebih. Inilah yang disebut nipple confusion atau bingung puting.

Cup feeder membantu mengatasi masalah ini karena:

  • Meniru aliran ASI alami, bayi harus mengatur sendiri ritme minumnya.
  • Mengurangi risiko ketergantungan pada dot, sehingga transisi kembali ke payudara lebih mudah.
  • Aman untuk bayi prematur, karena tidak memaksa otot mulut bekerja terlalu keras.

Cara Menggunakan Cup Feeder dengan Benar

Penggunaan cup feeder memerlukan teknik yang tepat agar bayi tidak tersedak dan tetap mendapatkan asupan ASI yang cukup.

Langkah-langkah Penggunaan

  1. Cuci tangan dan bersihkan cup feeder sebelum digunakan.
  2. Isi cup feeder dengan ASI perah secukupnya, biasanya 20–30 ml.
  3. Posisikan bayi dalam keadaan tegak atau semi-tegak di pangkuan.
  4. Tempelkan bibir cup feeder di bibir bayi hingga menyentuh mulutnya.
  5. Miringkan cup perlahan sampai ASI menyentuh bibir bayi, biarkan bayi menjilat dan menyeruput sendiri.

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Jangan menuang ASI langsung ke dalam mulut bayi, biarkan ia mengatur sendiri.
  • Awasi bayi selama proses minum.
  • Bersihkan cup feeder setelah digunakan dengan air panas dan sabun khusus peralatan bayi.

Kelebihan dan Kekurangan Cup Feeder

Kelebihan

  • Mempertahankan keterampilan hisap bayi seperti saat menyusu langsung.
  • Memudahkan bayi kembali menyusu ke payudara.
  • Dapat digunakan pada bayi prematur atau sakit yang belum mampu menyusu langsung.

Kekurangan

  • Memerlukan kesabaran karena proses minum lebih lambat dibanding botol.
  • Jika teknik salah, risiko tumpah atau tersedak tetap ada.
  • Membutuhkan latihan bagi ibu atau pengasuh untuk terbiasa.

Saran Perawat dan Konselor Laktasi

Banyak perawat menyarankan penggunaan cup feeder pada situasi berikut:

  • Ibu sedang sakit atau tidak bisa menyusui langsung sementara waktu.
  • Bayi dirawat di rumah sakit dan memerlukan ASI perah.
  • Ibu kembali bekerja tetapi ingin mempertahankan pemberian ASI eksklusif tanpa dot.

Mereka juga mengingatkan bahwa cup feeder bukan pengganti permanen menyusu langsung, melainkan hanya alat bantu sementara.

Tips Menghindari Bayi Bingung Puting

Selain menggunakan cup feeder, ada beberapa tips lain yang bisa membantu ibu menjaga konsistensi menyusui:

  1. Prioritaskan menyusu langsung setiap kali ada kesempatan.
  2. Perah ASI secara rutin jika ibu berhalangan menyusui, untuk menjaga produksi.
  3. Kenalkan cup feeder atau sendok sebelum mengenalkan botol, terutama pada bayi baru lahir.
  4. Minta dukungan keluarga untuk membantu proses pemberian ASI perah dengan metode yang tepat.

Hindari Bayi Bingung Puting

Penggunaan cup feeder menjadi salah satu solusi efektif untuk mencegah bayi mengalami bingung puting, terutama saat ibu tidak bisa menyusui langsung. Dengan teknik yang tepat, alat ini membantu bayi tetap mempertahankan pola hisap alami sehingga transisi kembali ke payudara berjalan lancar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed